Sunday, March 29, 2015

Published 12:51 PM by with 1 comment

Kabar dari Galaksi Lain #2 : A Life in Cikarang


Minggu ke empat di Cikarang.

Entah apa yang terjadi dengan tempat ini. Kalau orang bilang ini galaksi lain, planet lain, ya lebai banget kayaknya. Mungkin karena orang-orang yang tinggal di ibukota terlalu sombong sampai males banget kalo ke daerah sini. Padahal ya... biasa aja sih... semacam Surabaya barat gitu suasananya. Kalau Surabaya barat dikuasai oleh Ciputra Group, sedangkan Cikarang dikuasai oleh Lippo Group. Jadi ya mirip-mirip gitu. Banyak perumahan mewah, mall, ruko, jalannya lebar. Mungkin besok lusa di depan kos udah ada mall baru lagi.

Coba kita inget pas awal-awal mendarat di Cikarang.

Begitu sampai di tempat ini, aku merasa baik-baik saja... sampai menyadari kalau di kamar kos susah sinyal (dan itu bikin gueh mencak-mencak). Kalau lagi berada di daerah terpencil antah berantah gitu wajar, nah ini kos terletak di area perumahan mewah Meadow Green, yang kalau check in di path bisa ada taglinenya assisted living atau apartment/condo living gitu. Keren kan. Tapi kekerenan itu sirna sudah karena nggak ada sinyal. Beberapa hari kemudian baru ada yang menjelaskan kalau pondasi dan dinding bangunan di sini terbuat dari beton makanya susah ditembus sinyal. Jadi kalau butuh sinyal, diperlukan usaha semacam naik ke loteng atau duduk di balkon. Dan keduanya sudah pernah saya lakukan demi browsing dan chatting. Mayan juga sih, di loteng bisa ngobrol (lewat whatsapp) sambil liat bulan (dan jemuran). Tapi selanjutnya aku lebih memilih balkon yang menghadap ke jalan cemara. Ada sofa yang segera aku klaim menjadi singgasanaku di sana. Takzim banget sudah kalau pegang tab sambil duduk di sofa. Hahaha. Sampai akhirnya Angga menyadarkanku bahwa ada pohon kamboja besar menjulang tepat di depan sofa. Jadinya kan merinding gimana gitu. Bener-bener merusak suasana.

Saya dan teman-teman tinggal di cikarang selama dua bulan untuk praktek kerja profesi (PKP). Enam orang pkp di kalbe, dua orang pkp di pharmalab. Kami sangat antusias dan bersemangat karena ini pkp terakhir dalam rangkaian kuliah profesi apoteker *kok alay ya*. Kalau aku sebenarnya nggak mikir gitu. Seneng aja bisa escape from surabaya again. Aku ngebayangin ini kayak KKN dulu, dimana aku menemukan daerah baru yang belum pernah aku kunjungi sebelumnya, kemudian menemukan kehidupan baru, cerita baru. Dan malah jadinya nggak fokus ke pkp, dikit-dikit mikir mau liburan kemana, mau nyobain makanan apa. What a life deh, hahaha. Aduh ampun. Fokus, nak, fokus.

Sekarang sudah minggu keempat pkp. Ada aja kejadian aneh yang menimpaku selama di sini, dan aku doang yang kena, temen-temen pada nggak ada yang kena. Membuatku berpikir, emang seaneh apa sih diriku ini sampe kejadiannya selalu gini? -__-

Minggu awal nyampe Cikarang, aku dan beberapa orang teman belanja ke pasar sentral. Pasarnya lumayan jauh dari Meadow Green. Harus naik motor kesana. Kita beli berbagai macam bahan makanan untuk bertahan di kos. Pas pada sibuk milih ember, ada ibu-ibu yang juga lagi milih ember nyeletuk ke aku, “eh teh, kok cantik bener.. asli apa operasi plastik nih?” Aku melongo, antara seneng dan kesel. Seneng karena ibu itu niatnya memuji, dan kesel kenapa kok kayaknya nggak percaya amat kalo ini muka asli gueh, bukan muka operasi plastik. Anak-anak lain pada sibuk nawar ember, jadi nggak ada yang tau.

Trus kita lanjut beli sayur dan bumbu.

Abang penjual tempe di seberangnya bilang, “wah, neng, mirip marshanda neng.” Kali ini anak-anak pada denger dan dengan siriknya berlagak muntah-muntah dan batuk-batuk. Hahaha.

Hari pertama di tempat PKP, yaitu PT Kalbe Farma, juga lumayan bikin melongo. Pas di pos satpam depan, kita diminta salah satu ktp untuk ditukar dengan kartu visitor, dan pak satpamnya nunjuk-nunjuk gueh. “KTPnya mbak yang ini aja nih.” Kaget juga kan ditunjuk-tunjuk di jidat gitu -__-

Begitu pembagian departemen, aku ditempatkan di QA, sedangkan teman-teman dari Unair lainnya ditempatkan di RND. Lagi lagi cuma gueh yang beda. Udah gitu, QA kena audit sejak hari ke-2 aku pkp. Jadilah aku satu-satunya anak Unair yang libur seminggu.

Tak cukup hanya itu. Masih banyak hal-hal aneh lainnya yang bikin tepok jidat dan ngakak. Yaudahlah hanya orang yang sama-sama aneh yang bisa paham. Hahahah.

Di QA, kerjaan anak PKP adalah bikin laporan validasi, protokol validasi, Annual Product Review dan lain-lain yang sebangsanya. Intinya, kami dipekerjakan. Haha. Ya gimanapun kita butuh pengalaman kerja, tapi sepertinya semakin ke sini aku semakin menyadari bahwa aku tidak berbakat dalam kerjaan QA. Sumpah bosen abis. Di office nggak ada sinyal pula. Kalau bosennya datang, pelariannya adalah nyanyi-nyanyi sendiri dan ngobrol sama anak-anak. Memang aku payah banget kok kalau masalah manajemen kejenuhan gitu, mungkin otaknya terlalu liberal, dan aku takut itu menghancurkan kreativitas. Masih perlu banyak belajar dari orang-orang yang terbiasa bekerja konstan nih kayaknya.

Yaudah deh, mari kita lanjutkan hidup di Cikarang. Tinggal sebulan lagi, men!

NB1 : Mau upload foto tapi fotonya di tab belum dipindah ke laptop. Kapan kapan deh ya. Ngantuk juga mau boci.
NB2 : Maaf NB1-nya nggak penting.
      edit

1 comment:

  1. Mbak, mau tanya kost disekitar kalbe farma berapa ya per bulan?
    Soalnya saya pkp industri di kalbe farma.
    Terima kasih

    ReplyDelete

yuuk komen yuuk . . .