Showing posts with label sharing. Show all posts
Showing posts with label sharing. Show all posts

Saturday, July 24, 2010

Published 12:57 PM by with 1 comment

Why Do You Like Writting?

Gue suka baca-tulis sejak kecil. Apapun yang bisa gue baca, pasti gue baca. Mulai dari tulisan plang APOTEK dan tulisan SELAMAT DATANG DI KOTA SURABAYA sampe koran yang tulisannya berentetan kayak semut (tapi cuma headlinenya aja sih). Dan gue suka nulis. Apapun yang bisa gue tulis, pasti gue tulis. Bodo amat orang bilang tulisan gue kayak ceker ayam, kayak rumput ataupun kayak font Edwardian Script miring ke kiri (lhoh, biasanya kan miring ke kanan). Yang penting gue nulis. Hebatnya, gue bisa nulis sejak TK! (Semua orang juga gitu kali’).

Emak gue orang yang care sama urusan baca-tulis kayak begini. Tiap hari selama gue TK, gue diprivat baca-tulis sama emak gue. Emak paling geregetan ngeliat tulisan gue yang sama sekali nggak ada nilai estetikanya, sampe kepalanya digeleng-gelengin puluhan kali saking sebelnya sama tulisan indah gue. Tapi gue nggak peduli, yang penting gue nulis dan terus nulis. Huaaahaha.

Hobi menulis itu akhirnya tersalurkan waktu SMP. Sesekali hasil karya gue nongol di majalah sekolah. Entah itu puisi, cerita hantu ataupun surat pembaca yang panjangnya 2 baris doank. Dan sekolah gue dengan senang hati memberikan honor buat murid yang tulisannya dimuat di majalah. Duit honor nggak seberapa gede sih. Pas awal-awal nulis, 1 aritkel puisi dihargai lima ribu, trus makin lama makin meningkat sampe akhirnya pas kelas 3 SMP, gue dapet 15 ribu dari hasil nulis cerita pendek. Tapi biarpun dikit, gue seneeeng minta ampun. Waktu itu duit segitu cukup buat nraktir temen sebangku gue jajanan kantin :p

Seiring waktu berjalan, gue makin rajin kalo disuruh nulis-nulis, termasuk nyalin catatan pelajaran di papan tulis. Dan gue pasti kumat cekatannya kalo disuruh nyalin catetan kayak gitu. Hap hap hap. Eh salah, itu mah loncat, maksud gue sret sret sret...tangan gue dengan lihainya nulis sampe ujung jari belepotan tinta. Beda sama gue pas lagi ngegambar. Srok srok srok...suara penghapus lebih dominan. Hahaha, payah amat.

Selama sekolah, tanpa gue sadari, gue udah bikin banyak banget karya. Paling sering naskah drama dan teks narrative yang lebai bin dramatis. Dan gue sering dapet nilai excellent dari guru bahasa Inggris gue di SMA. Terbukti, naskah lebai menghasilkan nilai lebai pula. Hohohooek.

Guru les bahasa Inggris waktu kelas 1 SMA pernah nanya.

Guru : What’s your hobby?

Gue : Err... I have so many hobbies, Sir. Such as Travelling, eating, reading and...writting.

Guru : Oh, so you love writting? That’s great. I’ve guessed it right then.

Gue : Pardon?

Guru : Yes, I guessed that you love writting. Because you’re not very good at speaking. Sometimes people who love writting doesnt love speaking.

Gue : (Yee, bilang aje kalo gue speaking gue ancur, gak usah sok nebak kalo gue suka nulis)

Sori, ngerti yang gue maksud?

Guru itu bilang kalo dia udah nebak kalo gue orang yang suka nulis, soalnya speaking gue jelek banget. Katanya orang yang suka nulis tuh kadang emang nggak suka speaking.

Tapi terbukti guru les gue itu bener. Waktu final test, nilai speaking gue nggak nyampek 75 dan nilai writting gue 75. Hahaha, mananya yang bagus.

Tapi masih ada kelanjutannya kok dialog itu.

Guru : How do you write? (Pertanyaan yang aneh, kayak beliau gak pernah nulis aja)

Gue : Just sit down, take a pen and paper, then I write. Is that what you mean?

Guru : Okay. Then why do you write?

Gue : Err... (speechless) I don’t know. I think I like it.

Guru : Why do you like...

Gue : (memotong kata-katanya) You wanna ask me why I like writting? Oh, I just like it, like it and like it. Just the same as why do you like watermelon. You just like it, right? There is no reason to explain.

Guru : Nah gitu donk kalo ngomong, nggak usah malu-malu.

Gue sebel denger jawaban guru itu. Trus dengan santainya dia menuliskan nilai B buat gue di catetan nilai hariannya.

Oh, thanks.

Why do you like writting?

Sekarang gue tau jawabannya.

Kenapa gue suka nulis?

Karena kemanapun gue pergi, gue selalu punya cerita untuk dituliskan. Gue bukan pendongeng yang baik, gue nggak bisa nyerocos dengan lancar, tapi gue bisa menulis hingga menyentuh hati pembacanya. (Wososs)

Selesai.

Fiuhh, lega deh. Biarin aja telat nemuin jawabannya. Huhuu... Tapi kayaknya bener deh jawaban itu. Hahaa... :)

Read More
      edit

Tuesday, July 20, 2010

Published 7:59 PM by with 0 comment

Haha Huhu Pengumuman SNMPTN

Hey, pengumuman SNMPTN 2010 yang ditunggu-tunggu udah keluar!

Pertama kali keluar di internet, tepatnya di web snmptn punya UNAIR sore tanggal 16 Juni kemaren. Terus habis itu malemnya disusul pengumuman dari situs resminya snmptn. Dan besok paginya, daftar nama peserta yang diterima berjubel memenuhi halaman Sportivo koran Jawa Pos.

You know what, evening on July 16th is both a great and bad evening! Let’s see how impressive it was…

Yeah, aku emang nggak lolos snmptn. Nggak apa-apa, aku udah bisa meredam rasa kecewaku. Aku ngerti rasanya nggak keterima sebelumnya, makanya aku nggak shock. Toh aku pantas mendapatkannya, soalnya kalo diinget-inget, perjuanganku untuk snmptn cemen bangetngetnget. Nggak ada apa-apanya dibandingin temen-temen laen.

So, I’d say, I’m alright still.

Yeah, I’m alright… (nada nggak yakin)

Okay, I was just a little MISERABLE! I regret to myself. When the others studied hard day and night, why did I took it easy anyway? Why why why? Damn!

Aaah, Forget it.

Satu hal yang bikin aku merasa bangga pada diriku sendiri saat itu adalah : AKU NGGAK NANGIS!

Sungguh, aku nggak nangis. Aku menguasai hatiku sendiri, aku membesarkan hatiku sendiri, aku menahan sakitku sendiri. Aku sama sekali nggak merasakan ada air mata di pelupuk mataku.

Yaah, kayaknya treatment kegagalan yang diberikan Allah dulu berhasil membuat aku semakin tegar. Thanks, Allah. The Greatest God.

Bahkan aku bisa menghibur mereka yang belum keterima dengan berpura-pura ngerasa baik-baik aja, seperti tidak terjadi apa-apa. Tapi gimanapun aku ikutan sedih. Aku binguuuung harus bilang apa ke mereka selain “Sabar yaa… Aku ngerti kok gimana rasanya gagal, sakit emang. Tapi nggak boleh putus asa. Ayo bangkit! Kamu pasti bisa! Masih buanyak jalan laen.” Menghibur nggak sih?

Semoga ini juga merupakan treatment kegagalan buat mereka.

Bahkan (lagi) aku bisa ikutan seneeeeeng banget ngeliat update status temen-temen di Facebook yang mengabarkan kalo mereka keterima. Wuah, seakan-akan aku yang keterima. Alhamdulillah. Subhanallah. Seneng lah pokoknya begitu tau keinginan mereka kesampaian, apalagi perjuangan mereka nggak main-main. Semua itu udah cukup untuk bikin aku bersujud syukur setelah shalat Isya’, mengucap semua puji syukur tak terkira-kira.

Apalagi kalo inget perjuangan temen-temen yang gagal berkali-kali sebelum akhirnya keterima lewat snmptn ini. Ada seorang temenku yang sebelumnya nggak keterima sampe 10x dan dia nggak nyerah, bo! Liat aja, akhirnya Allah menyudahinya di snmptn ini. Hahaha. Wah, ikut seeeneeeeng deh (kayaknya dia lagi baca posting ini sambil senyum-senyum).

Subhanallah.

Sekarang percaya kan, sebenernya Allah itu sayaaang banget sama hamba-Nya.

Allah telah membayar perjuangan dan pengorbanan kalian secara tunai hari itu. Selamat yaa…

Nah, sekarang waktunya mensyukuri apa yang telah aku dapatkan. Nggak boleh lagi iri sama mereka yang sukses menembus Sasing, IT-ITS atau FK-UNAIR. Meskipun ngenes nggak bisa meraihnya seperti yang aku harapkan. Haaassh…

Dan kesimpulannya, nggak ada jurusan lain yang mau nerima aku selain Farmasi UNAIR! Hadeeh, bukan karena aku dianggep bego sama jurusan dan universitas lain, tapi emang tempatku di situ. Kalo jodoh nggak kemana kok. (Lhoh?)

Ternyata Allah memang memilihkan aku Farmasi UNAIR, yang dulu aku dapet lewat jalur PMDK Prestasi, jalur paling murah, sama kayak snmptn tapi saingannya lebih sangar daripada snmptn. Grade jurusannya tinggi pula. Wuah, udah keren banget itu, bikin lo makin keren aja…hahaha (mencari cara untuk menghibur diri).

Bersyukur! Kamu lebih senior 2 bulan daripada yang lewat jalur snmptn dan beberapa minggu daripada yang lewat jalur pmdk umum.

Bersyukur! Kamu adalah satu dari 46 orang beruntung di PMDK Prestasi.

Alhamdulillahhirabbilalamiin.

Trus gimana nasibnya mimpi-mimpi gilaku itu?

Oh meen, apa lagi sih yang kamu pikirin? Percaya donk! Allah nggak lupa sama mimpi-mimpimu kok. Ya masuk Farmasi ini jalan menuju impianmu. Kamu nggak bakal bisa nebak kemana Allah akan mengarahkanmu langkahmu. Ikuti ajalah alur ceritanya. Let it flow, Chyntia. Ok?

Ya ya ya, sekiranya kayak gitulah suara dalam hatiku sekarang ini.

Okay, sekali lagi selamat buat yang udah keterima. Kalian memenangkan apa yang kalian mau. Kalian hebat. Salute to you, pals.

Kalian boleh berbangga diri, kalian masuk universitas dengan jalur yang terhormat. Semua orang berdecak kagum sama kalian. Dan ibu-ibu kalian bakalan ceramah gini ke adek-adek yang bandel, “Contoh tuh kakak. Udah pinter, nurut, rajin, bisa masuk jurusan bla bla bla lewat jalur snmptn, bikin bangga ibuk bapak…” Hahaha, gaya emak-emak jaman sekarang.

Buat yang belum keterima, jangan nyerah. La Tahzan, innallaha ma’ana. Jangan bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita. Terus berusaha sekuat tenaga dan berdoa sepenuh hati yaa. Insyaallah kalian sedang dibimbing menuju jalan terbaik. Cheers up! :)

Mau berbagi pengalaman tentang jatuh bangun Anda? Kasih tau saya yaa…

Satu dua tiga… sukses semuanyaaa (nyanyi maksudnya)


Read More
      edit

Sunday, July 4, 2010

Published 11:33 AM by with 0 comment

My Zone (My Room and My Table)

Welcome to my zone!!!

Zonaku di rumah meliputi kamar dan meja belajar. Aku bilang ini zona atau areaku karena yang ngeksis di situ cuma aku. Temen-temenku yang lagi mampir ke rumah sering menghabiskan waktu tempat ini juga. (Nggak sumpek apa liat tempat mirip kapal pecah gini?) Hahaha. Tapi katanya cukup nyaman kok, makanya mereka betah nongkrong di sana seharian dan ngutak-atik semua yang ada di sana (terutama Lely, suka bongkar-bongkar notesku. hehe).

Aku ceritain tentang kamarku yaa..
Kamarku nggak gede-gede amat, tergolong kecil malah, tapi di sinilah tempat aku menghabiskan waktu-waktu terbaikku selama di rumah. Kalo lagi berada jauh dari rumah, aku sering kangen sama kamarku ini.


Kamarku sederhana saja. Perabotnya cuma ada beberapa : tempat tidur, seperangkat komputer dan kursi. Nggak ada meja belajar di kamarku. Meja belajarnya terlalu gede, jadi cukup ditaruh di depan kamarku, persis di samping jendela teras. Nggak ada lemari juga seperti kamar-kamar pada umumnya. Lemari ditaruh di bagian lain di rumah, biar kamarku nggak sumpek.

Kamarku yang kecil ini lebih sering keliatan berantakan daripada rapi jali (biasa lah, kamarnya anak muda jaman sekarang). Buku-buku bertebaran di sembarang tempat. Mulai dari buku pelajaran sampe buku harian sering ditemukan terlantar di bawah meja komputer, di bawah kasur, di bawah bantal, di atas kursi.

Ada poster Superman yang ditempel di tembok di atas komputer. Poster pemberian tante itu keliatan kereeen banget buat aku. Gambarnya Superman dengan kostum lengkap yang berdiri dengan gagah, tangannya menggenggam kayak mau nonjok orang, matanya tajam ngeliat ke atas. Daya tariknya ada di sayap merahnya yang bergelombang-gelombang. Di sebelahnya, juga dengan pose nggak kalah gagah, ada tokoh yang warna kostumnya biru menyala-nyala kayak api kompor. Aku nggak mengenali siapa itu. Mungkin musuhnya Superman di salah satu filmnya atau pakuter (pahlawan kurang terkenal). Hehe.

Poster itu menerbangkan imajinasiku. Si Superman terkesan songong dan nantangin aku balapan terbang, sedangkan si makhluk biru di sebelahnya lagi promosi kompor dari abad ke-30. Hahaha, makin ngelantur. Gara-gara poster itu, aku jadi terobsesi sama sesuatu yang berkibar-kibar. Sering aku tersepona ngeliat bendera berkibar-kibar, jaket pengendara motor yang berkibar-kibar, tapi nggak banget deh kalo jemuran yang berkibar-kibar. Huehehehehe. Bahkan aku sendiri sering menikmati saat-saat jaketku berkibar pas naek motor, rambutku berkibar ditiup kipas angin dan kibaran-kibaran laennya. Wuzzz.

Pajangan lainnya cuma poster warna ungu berjudul 27072007 kado ultah dari temen-temen SMP yang nempel di balik pintu, baju-baju digantung di belakang pintu juga,berebut tempat sama si poster. Terus ada kantong tingkat 3 bergambar kepala gajah oleh-oleh dari Thailand digantung di deket poster Superman buat nyimpen carger, mouse, headset dan sejenisnya.

Langit-langit kamarku selalu berbintang. Bintang-bintang imitasi itu stiker ”glowing in the dark” yang satu set harganya 9000, belinya di toko aksesoris (haha, promosi). Bagus banget deh. Apalagi kalo pas malem-malem lampu dimatiin. Wuah, bintangnya keliatan nyala berwarna-warni.

Jendelanya lumayan laaah. Viewnya bagus soalnya kamarku ada di lantai dua. Anginnya semriwiiing. Kalo ujan, air ujannya sering memercik sampe ke mana-mana. Bikin udara di kamarku lembab dan lantainya dingiiin kayak kulkas.

Jadi inget pelajaran nulis teks deskripsi. Kalo paragraf di atas dinilaiin, dapet nilai berapa ya?-.-”

Meskipun kalo diceritain secara fisik nggak ada apa-apanya dibandingin kamar mandi di lantai satu yang selalu bersih, kinclong dan wangi karbol, tapi kamarku sungguh istimewa dan multifungsi. Fungsinya mulai dari kamar tidurku, tempat ngelamunku, game stationnya adek-adek sepupu tiap weekend, tempat ngadem, tempat singgahnya temen-temen cewek sampe tempat berkarya.

Bisa dibilang kamar ini adalah pusat gravitasi semua kegiatanku di rumah selain di meja belajar.

Setiap pulang sekolah, habis mandi dan sholat Ashar, aku langsung tidur di kamar.

Setiap pulang les, entah itu siang atau malem, aku langsung rebahan di kamar.

Setiap pulang jalan-jalan, aku langsung ngelempar tas dan jaket ke kasur.

Setiap capek belajar, aku langsung maen komputer di kamar atau tiduran sambil ngeliatin poster Superman.

Setiap kali nyadar betapa hot-nya Surabaya, aku langsung menyalakan kipas di kamar.

Setiap kehujanan apalagi pas pulang sekolah, baju yang basah langsung aku gantungin di kipas angin di kamar, biar cepet kering dan bisa dipake lagi.

Setiap pensil, flesdis atau buku yang aku cari nggak ada di dalem tas atau di meja belajar, aku langsung mengobrak kamar.

Kamar kamar dan kamar.

Mungkin bakal lebih praktis kalo kamarku punya nomer telepon sendiri, alamat sendiri dan kode pos sendiri. Hahaha.

Kalo meja belajarku lebih berantakan lagi.

Namanya juga meja belajar, pasti buku-buku penghuninya. Nggak cuma buku, segala macem alat tulis, sertifikat-sertifikat jadul, foto-foto, tas-tas dan duit jajan tersimpan juga di sana.



Hampir tiap malem selama minggu-minggu sibuk sekolah, aku duduk manis dengan kaki diangkat menghadap ke meja selama berjam-jam. Eits, jangan langsung bilang aku belajar-holic yaah. Kebanyakan aku menghabiskan waktu di sana buat berimajinasi, nyari ide, nulis diary, sms-an, facebook-an, pura-pura ngerjain PR dan bikin kertas contekan buat ulangan. Hehe. Fungsi meja belajar yang sebenarnya - yaitu sebagai tempat belajar - cuma berlaku waktu mau ulangan dan ujian.


Walaupun sebenernya males belajar, tapi tetep keliatan rajin kan? Coba deh lakuin di rumah biar Emak kita seneng. Hehehe, sesaaaatt.

Pokoknya area meja belajar-kamar ini bakal maksimal berantakannya kalo aku ngurusin ujian-ujian di sekolah dan tes-tes yang ngerepotin. Beh, lantai kamar bakal penuh sama kertas-kertas dan bungkus-bungkus camilan. Kalo mau lewat harus loncat-loncat. Meja belajar penuh buku-buku pelajaran yang dibuka. Bahkan tembok pun penuh tempelan rangkuman ini-itu yang selalu teriak-teriak minta dibaca. Kalo nggak sempat bikin rangkuman, biasanya buku yang aku tempelin di tembok, lebih praktis dan nggak perlu repot-repot megang buku. Hahaha.

Tapi juga bisa rapi maksimal kok. Biasanya kalo mau libur taun ajaran baru, buku-buku dipak masuk ke gudang, meja belajar di lap, kaca jendela dan komputer disemprot pake cleaner, boneka-boneka dan bantal guling berbaris rapi di atas sprei yang juga rapi. Hahay, pemandangan yang jarang-jarang tuh.

Oh ya, di setiap sudut zonaku ini, kalian akan sering nemuin kata-kata motivasiku. Kayak gini nih...




(hehehe, numpang pamer wajah sekalian)

Setiap aku nemu quote bagus, selalu aku tempel di sana-sini. Nggak tau kenapa, tiap aku nengok ke kata-kata cool itu, rasanya wahh banget, langsung semangat lagi!

Zona ini adalah saksi bisu kehidupanku.

Aku pernah melampiaskan segala macam emosiku di sini. Seperti tersenyum, tertawa, menangis, kecewa, sakit hati, sumpek, capek, kangen, males, rajin, ngantuk, semangat.

Aku pernah belajar, main game, dengerin musik sambil nyanyi-nyanyi, latian drama, latian pidato, merencanakan ini-itu, bercanda sama temen-temen, smsan, telpon-telponan, chatting, nulis, ngetik, ngenet, ngapalin surat Al-A’la, baca buku-buku yang inspiring, nemuin banyak ide di zona ini.

Semua di zona ini.

Well, however, suatu hari nanti aku akan dengan senang hati ninggalin wilayahku itu untuk keliling dunia. Hahaha. Amiin.

Kamarku, meja belajarku adalah gudang inspirasiku :)


Read More
      edit