Monday, April 9, 2012

Published 9:28 PM by with 0 comment

Tentang Regu Macan

*ditulis di antara tumpukan jurnal praktikum*

Anak-anak semester 4 meskipun nggak pernah jauh dari kertas folio bergaris, masih bisa bertambah juga kadar kekonyolannya.

Karena di Farmasi ini kelompok praktikumnya sering dibagi berdasarkan urutan nomer induk, jadi anggota kelompoknya ya itu-itu aja. Mulai dari Fisika Dasar, Kimia Dasar, Anfar, Kimsin... Aku sekelompoknya sama 6 orang yang sama. Sebut saja nama kami Chyntia, Dani, Dita, Novi, Meri, Windy. Nama kelompok kami adalah REGU MACAN! Kenapa kok regu macan? Tanyalah pada Dani. Kayaknya waktu itu dia lagi kangen sama regu pramukanya pas SD.

Ada sih departemen yang akhirnya mutusin untuk me-random pembagian kelompok. Tapi begitu diliat-liat, ternyata kami nggak random-random amat. Yang pindah cuma Meri sama Windy. Additional teamnya Ulil, mbak Gina dan mbak Lydia. Mbak-mbak itu langsung kami angkat jadi pembina kami. Hidup pembina! Huahaha.

Trus pas praktikum Farmakognosi yang sendiri-sendiri dan sangat random, kami juga nggak random-random amat. Sebelahku Ulil sama Dani. Di belakang ada Novi.

Regu ini adalah tipe orang-orang yang pas praktikum pendahuluan Kimsin udah pada lemes dan males berdiri. Baca reaksi asam-basa nggak paham-paham, sampe Pak HP ngasih pencerahan baru kita bisa bilang “ooooooooh”. Pas minggu pertama, kami lebih suka duduk-duduk di depan labu destilasi sambil ngobrol kesana-kemari daripada berstrategi membelah diri melakukan banyak percobaan. Peduli amat, nggak selese juga biarin.

Pas minggu kedua Kimsin, orang-orang ini sepertinya mulai sadar diri. Jangan lemes-lemes hoi. Akhirnya kami membelah diri. Dani sama Novi yang rekristalisasi, Aku sama Meri awalnya nyiapin untuk soxhlet, terus Meri sama Dita berkolaborasi destilasi uap. Aku pun melanjutkan ke percobaan destilasi air sama Windy. Dan adaaa aja kejadiannya walaupun kita sudah berpencar.

Ekstraksi Soxhlet... Chyntia dengan sotoynya pake daun teh yang tersedia di depannya untuk ekstraksi kafein. Trus baru berasa aneh waktu udah muncul hasil ekstraksinya. Kok warnanya butek banget ya? Mirip-mirip akuarium yang nggak dikuras sebulan. Ah kan kafeinnya banyak makanya butek --> alibi. Ternyata itu daun teh ampas yang sebelumnya udah pernah diekstraksi. -_-

Rekristalisasi... Entah kenapa udah ngulang dua kali masih nggak seperti harapan. Kristalnya cuma dikit. Trus dibilangin anak kelompok sebelah untuk pindah tempat. Ada yang nggak beres di hot platenya. Dan ternyata bener, di percobaan ketiga yang pindah tempat, kami berhasil. Haaah percobaan ketiga? *.* emang deh, kita suka mereplikasi seenak udel.

Destilasi... Ada tiga orang yang lagi enak-enak nunggu suhunya naik sambil ngobrol kesana kemari. Tiba-tiba ada yang nyemprot. Omelan dosen maksudnya? Bukan. Nyemprot dalam artian yang lebih harfiah. Selang kerannya nggak rapet, terus tiba-tiba nyemprot dengan kerasnya. Tiga orang yang enak-enak nunggu suhu konstan destilasi tadi langsung turun suhunya (baca : basah kuyup). Sebut saja namanya Chyntia, Windy dan Dani.

Regu ini adalah tipe orang-orang yang pas praktikum Anfar malah ngobrolin Digimon, Pokemon, Ninja Hatori, Powepuff girls kesukaan mas Hafizh, jajan pas SD... semuanya dilakukan sambil ketawa-ketiwi. Trus pas nungguin spektra GC keluar, kita main minesweeper dengan enjoy-nya. Alhasil, peak areanya pecah semua, kapok lah kita.

Regu ini adalah tipe regu yang selalu menerima alibiku, seberapapun nggak masuk akalnya itu. Huehehe.

Misal~

X : Yaah, kita parah yaa.. masa’ rekristalisasi aja harus ngulang tiga kali :(
C : Lho ndak apa.. Replikasi ini namanya...Semakin sering diulang semakin bagus.

Dan semuanya setuju. Beres deh :D Ahaha.

Yang pasti regu ini meskipun sering salah di sana sini, sering mecahin alat, sering guyon nggak berenti-berenti... tapi punya semangat belajar yang cukup tinggi dan resisten terhadap luapan emosi dosen. Regu macaan... Raawr :D
      edit

0 komentar:

Post a Comment

yuuk komen yuuk . . .