Sunday, June 21, 2015

Published 10:13 PM by with 0 comment

A Friendship to Heaven


Kata-kata paling manis yang pernah aku dengar dari mereka bukan ucapan selamat ulang tahun lengkap dengan kue tart dan lilin menyala. Bukan juga kata-kata yang ditulis di selembar kertas lalu difoto di ketinggian puncak. Itu cukup manis sih, tapi bukan itu. Hal yang paling membuat hati tersenyum tiada henti adalah ketika kita saling berkata, “kalau nanti kalian nggak menemukan aku di surga, panggil aku ya. Janji ya..”


Memang bersahabat dengan mereka tak menjamin masuk surga, tapi bersahabat dengan sholih/sholihah memberikan peluang untuk itu. Semoga hati kita selalu tertaut dalam ridho-Nya ya, gaes :’)


Read More
      edit

Saturday, May 30, 2015

Published 10:23 PM by with 0 comment

Hello Everyone



Hello everyone.

Sudah lama banget saya mengabaikan blog ini, dan lama banget nggak nulis. Selain karena semakin sulit menemukan tempat menyendiri yang nyaman, sosmed ternyata bisa mengakomodir hasrat menulis saya *jangan dikatain kecanduan sosmed dong, berasa hina banget. Biasanya teman-teman saya mulai agak resah kalau saya jarang nongol di blog atau akun-akun sosmed. Pasti ada aja yang nanya, “Kamu ngapain aja sih selama ini? Udah punya pacar ya?” *Hiiiish, ada sambungannya sama pertanyaan macam gitu?

Hm actually and in fact, cukup beralasan juga sih pertanyaannya. Keseringan saya nulis racauan saya ketika sedang berkontemplasi, tidak menemukan orang yang bisa diajak bicara (dan ketika sedang galau). Kalau ada orang yang bisa diajak diskusi mengenai suatu masalah, tangan saya bakalan jarang menyentuh keyboard laptop. Sok nggak butuh. Makanya orang pada nanya, “udah punya pacar ya?”, bearti dia ngerti saya banget, hahaha. Eh tapi beneran suerwerwer, nggak punya pacar. Kalau kata Jessie J, I’m feeling sexy and free! Atau kayak kata sticker Syahrini di Line, “I am freeee” yang diucapkan dengan nada meliuk-liuk dan berhasil bikin bulu kuduk berdiri.

Pokoknya saya sedang tidak terkondisikan untuk tidak punya waktu sendiri untuk berpikir dan menulis.
Dan saya sedang ingin sendiri sekarang. x)
Read More
      edit

Sunday, April 12, 2015

Published 5:39 PM by with 0 comment

I was the Runner Up #latepost



#latepost
 
*Mikir. Enaknya dikasih judul apa ya...

*Mikir kelamaan. Yaudahlah ntar aja.

Akhirnya ngerasain long weekend. Yuhuuu. Alhamdulillah.

Masih di Cikarang. Jam segini biasanya udah berkutat dengan segala macam kerjaan khas anak PKP, dan sekarang ngerasain libur itu so worth banget meskipun ada kerjaan yang terpaksa di bawa pulang karena kemarin ngerjainnya masih salah, padahal itu kerjaan mau dipakai hari senin besok. Payah ah :(

Ini tadi ceritanya mau ngerjain mumpung sepi, tapi justru karena sepi jadinya pikiran kemana-mana. Tiba-tiba keinget pas jaman-jaman student exchange programme, dan nemu video pas aku berlaga mewakili Indonesia dalam lomba makan kuaci antarnegara. Penting? Hahahaha. Waktu itu aku dan teman-teman delegasi lagi nongkrong nungguin makan malam sambil makan kuaci dan minum teh. Terus iseng aja dilombain. Dan hasil dari lomba itu adalah Amr dari Egypt keluar sebagai winner, dan Chyntia dari Indonesia sebagai runner up. Tepuk tangan dong. Indonesia pasti bangga. Itu satu-satunya pertandingan internasional yang pernah aku ikuti. Hahahaha.

Yaudahlah mari kita kerjakan apa yang bisa dikerjakan. Masih pagi bro, harus produktif! *Padahal udah mau narik bantal lagi.


Read More
      edit

Sunday, March 29, 2015

Published 12:51 PM by with 1 comment

Kabar dari Galaksi Lain #2 : A Life in Cikarang


Minggu ke empat di Cikarang.

Entah apa yang terjadi dengan tempat ini. Kalau orang bilang ini galaksi lain, planet lain, ya lebai banget kayaknya. Mungkin karena orang-orang yang tinggal di ibukota terlalu sombong sampai males banget kalo ke daerah sini. Padahal ya... biasa aja sih... semacam Surabaya barat gitu suasananya. Kalau Surabaya barat dikuasai oleh Ciputra Group, sedangkan Cikarang dikuasai oleh Lippo Group. Jadi ya mirip-mirip gitu. Banyak perumahan mewah, mall, ruko, jalannya lebar. Mungkin besok lusa di depan kos udah ada mall baru lagi.

Coba kita inget pas awal-awal mendarat di Cikarang.

Begitu sampai di tempat ini, aku merasa baik-baik saja... sampai menyadari kalau di kamar kos susah sinyal (dan itu bikin gueh mencak-mencak). Kalau lagi berada di daerah terpencil antah berantah gitu wajar, nah ini kos terletak di area perumahan mewah Meadow Green, yang kalau check in di path bisa ada taglinenya assisted living atau apartment/condo living gitu. Keren kan. Tapi kekerenan itu sirna sudah karena nggak ada sinyal. Beberapa hari kemudian baru ada yang menjelaskan kalau pondasi dan dinding bangunan di sini terbuat dari beton makanya susah ditembus sinyal. Jadi kalau butuh sinyal, diperlukan usaha semacam naik ke loteng atau duduk di balkon. Dan keduanya sudah pernah saya lakukan demi browsing dan chatting. Mayan juga sih, di loteng bisa ngobrol (lewat whatsapp) sambil liat bulan (dan jemuran). Tapi selanjutnya aku lebih memilih balkon yang menghadap ke jalan cemara. Ada sofa yang segera aku klaim menjadi singgasanaku di sana. Takzim banget sudah kalau pegang tab sambil duduk di sofa. Hahaha. Sampai akhirnya Angga menyadarkanku bahwa ada pohon kamboja besar menjulang tepat di depan sofa. Jadinya kan merinding gimana gitu. Bener-bener merusak suasana.

Saya dan teman-teman tinggal di cikarang selama dua bulan untuk praktek kerja profesi (PKP). Enam orang pkp di kalbe, dua orang pkp di pharmalab. Kami sangat antusias dan bersemangat karena ini pkp terakhir dalam rangkaian kuliah profesi apoteker *kok alay ya*. Kalau aku sebenarnya nggak mikir gitu. Seneng aja bisa escape from surabaya again. Aku ngebayangin ini kayak KKN dulu, dimana aku menemukan daerah baru yang belum pernah aku kunjungi sebelumnya, kemudian menemukan kehidupan baru, cerita baru. Dan malah jadinya nggak fokus ke pkp, dikit-dikit mikir mau liburan kemana, mau nyobain makanan apa. What a life deh, hahaha. Aduh ampun. Fokus, nak, fokus.

Sekarang sudah minggu keempat pkp. Ada aja kejadian aneh yang menimpaku selama di sini, dan aku doang yang kena, temen-temen pada nggak ada yang kena. Membuatku berpikir, emang seaneh apa sih diriku ini sampe kejadiannya selalu gini? -__-

Minggu awal nyampe Cikarang, aku dan beberapa orang teman belanja ke pasar sentral. Pasarnya lumayan jauh dari Meadow Green. Harus naik motor kesana. Kita beli berbagai macam bahan makanan untuk bertahan di kos. Pas pada sibuk milih ember, ada ibu-ibu yang juga lagi milih ember nyeletuk ke aku, “eh teh, kok cantik bener.. asli apa operasi plastik nih?” Aku melongo, antara seneng dan kesel. Seneng karena ibu itu niatnya memuji, dan kesel kenapa kok kayaknya nggak percaya amat kalo ini muka asli gueh, bukan muka operasi plastik. Anak-anak lain pada sibuk nawar ember, jadi nggak ada yang tau.

Trus kita lanjut beli sayur dan bumbu.

Abang penjual tempe di seberangnya bilang, “wah, neng, mirip marshanda neng.” Kali ini anak-anak pada denger dan dengan siriknya berlagak muntah-muntah dan batuk-batuk. Hahaha.

Hari pertama di tempat PKP, yaitu PT Kalbe Farma, juga lumayan bikin melongo. Pas di pos satpam depan, kita diminta salah satu ktp untuk ditukar dengan kartu visitor, dan pak satpamnya nunjuk-nunjuk gueh. “KTPnya mbak yang ini aja nih.” Kaget juga kan ditunjuk-tunjuk di jidat gitu -__-

Begitu pembagian departemen, aku ditempatkan di QA, sedangkan teman-teman dari Unair lainnya ditempatkan di RND. Lagi lagi cuma gueh yang beda. Udah gitu, QA kena audit sejak hari ke-2 aku pkp. Jadilah aku satu-satunya anak Unair yang libur seminggu.

Tak cukup hanya itu. Masih banyak hal-hal aneh lainnya yang bikin tepok jidat dan ngakak. Yaudahlah hanya orang yang sama-sama aneh yang bisa paham. Hahahah.

Di QA, kerjaan anak PKP adalah bikin laporan validasi, protokol validasi, Annual Product Review dan lain-lain yang sebangsanya. Intinya, kami dipekerjakan. Haha. Ya gimanapun kita butuh pengalaman kerja, tapi sepertinya semakin ke sini aku semakin menyadari bahwa aku tidak berbakat dalam kerjaan QA. Sumpah bosen abis. Di office nggak ada sinyal pula. Kalau bosennya datang, pelariannya adalah nyanyi-nyanyi sendiri dan ngobrol sama anak-anak. Memang aku payah banget kok kalau masalah manajemen kejenuhan gitu, mungkin otaknya terlalu liberal, dan aku takut itu menghancurkan kreativitas. Masih perlu banyak belajar dari orang-orang yang terbiasa bekerja konstan nih kayaknya.

Yaudah deh, mari kita lanjutkan hidup di Cikarang. Tinggal sebulan lagi, men!

NB1 : Mau upload foto tapi fotonya di tab belum dipindah ke laptop. Kapan kapan deh ya. Ngantuk juga mau boci.
NB2 : Maaf NB1-nya nggak penting.
Read More
      edit
Published 12:13 PM by with 0 comment

Kabar dari Galaksi Lain #1

#Latepost

18.48 – di office departemen QA, PT Kalbe Farma.

Pasti pada pengen nanya : Ngapain jam segini masih di office? Niat amat kalau PKP.

Niat amat sih enggak. Kalau uring-uringan iya.

Sesungguhnya beginilah sehari-harinya selama masa PKPA industri ini. Berangkat ketika matahari terbit, dan pulang ketika sudah tidak bisa melihat matahari. Sekarang sudah jalan tiga minggu dan rasanya aku mulai mengikuti alur kehidupan industri farmasi yang... yah, kejam kejam gimana gitu. Hehe. Tapi ya yaudahlah dinikmati aja. Gini-gini harus diakuin aku dulu sempat pengen berkarir di industri farmasi sebelum akhirnya suka nyumpah-nyumpahin. Hahaha.

Jam segini ini kerjaan baru kelar, dan terlepas dari kelar atau enggak, jam segini adalah batas maksimal konsentrasiku, nggak bisa lebih lagi. Jadi kalau diajak ngomong atau ngerjain apa-apa jam segini suka error gitu, makanya mending dihentikan aja.

Oya, di sini waktu berjalan aneh. Cepet banget. Dari senin sampe jumat rasanya cepet. Apalagi dari jumat ke senin, lebih cepet lagi. Sampai aku curiga jangan-jangan di sini jam dindingnya ga nyampe angka 12. Eh ya nggak juga.

Oke, saatnya pulang. Teman-teman saya yang PKP di departemen lain udah ngajakin pulang.

See you in the next curcol.
Read More
      edit