Friday, March 25, 2011

Published 8:33 AM by with 0 comment

Seseorang Bernama Sempurna


Ia bernama Sempurna dan semua tentangnya begitu sempurna.

Dia adalah orang yang sempurna. Dari segi penampilan, ia cantik, senyumnya manis, bertubuh tinggi semampai, rambutnya halus tergerai, kulitnya cerah, wajahnya cerah, sorot matanya ramah namun tegas.

Dia adalah orang yang sempurna. Pribadinya mengesankan. Ia baik hati, ramah dengan siapa saja, tegas, tidak sombong, cerdas, berani, taat beribadah, lemah-lembut. Ia disukai dan disegani banyak orang.

Dia adalah orang yang sempurna. Ia memiliki hubungan sosial yang sempurna. Ia memiliki keluarga yang sempurna, orang tua yang sempurna, sahabat yang sempurna, pacar yang sempurna.

Dia adalah orang yang sempurna. Ia diterima di universitas unggulan, berangkat dengan kendaraan yang mewah, mengikuti kuliah dengan sungguh-sungguh, mendapat nilai yang sempurna, menjadi pemimpin gerakan mahasiswa, memiliki proyek penelitian dan memenangkan kompetisi internasional.

Dia adalah orang yang sempurna. Setiap tutur katanya menginspirasi banyak orang, setiap langkah kakinya membuat banyak orang ingin mengikutinya, setiap gerakannya tak lepas dari pandangan.

Dia adalah orang yang sempurna. Segala hal yang terjadi di sekitarnya selalu menyenangkan. Tak ada tekanan mental dan emosi dari siapapun. Tak ada satupun cobaan ataupun ujian yang pernah dihadapinya.

Dia adalah orang yang sempurna. Ia pendaki gunung yang ulung, seorang aktivis kemanusiaan, pemain biola yang tak tertandingi, pemain basket yang ditakuti lawannya, seorang calon ilmuwan besar.

Dia adalah orang yang sempurna. Segala tentang dirinya begitu sempurna. Segala hal yang ditemuinya begitu mudah dilaluinya. Dia tak pernah mengeluh, karena tak ada yang bisa dikeluhkan. Dia tak perlu memaksa dirinya untuk menjadi tegar karena dia tak perlu menjadi tegar, segala hal dalam hidupnya sudah pasti akan baik kepadanya. Dia tak tahu caranya bersedih karena tak ada hal yang dapat membuatnya bersedih. Dia tak perlu bersusah payah karena ia tahu segalanya sudah terlalu sempurna.

Dia bernama sempurna. Segala tentang dirinya begitu sempurna…

Apakah benar ia benar-benar sempurna?

Mustahil. Tak ada orang yang sempurna, bukan?

Dan apabila terlintas di pikiranmu bahwa kau pernah menemui orang seperti itu,atau bahkan kau merasa begitu sempurna, itu karena kau hanya terpaku pada kelebihan tanpa menyadari kekurangan yang ada.

Seandainya memang ada orang yang sempurna… aku rasa tak kan ada penulis yang mau menulis kisah tentangnya…
      edit

0 komentar:

Post a Comment

yuuk komen yuuk . . .